Cara Mencabut Gigi Orang Dewasa ≫ PakarGIGI.com!

Cara Mencabut Gigi Orang Dewasa

Posted by PakarGIGI.com on Agustus 09, 2015

Cara Mencabut Gigi Orang Dewasa

Tips cara cabut gigi ini adalah rangkaian panduan dari artikel Cara Mencabut Gigi Sendiri. Tips cabut gigi ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Jika Anda ingin mencabut gigi anak, maka ANda bisa membaca bagian lain dari artikel ini yaitu >> Cara Mencabut Gigi Anak. Pahami tahapan dan cara-caranya sebelum Anda mulai mempraktekkannya.

Alasan Ingin Mencabut Gigi

Cari tahu mengapa gigi Anda harus dicabut. Gigi pada orang dewasa dimaksudkan untuk bertahan seumur hidup jika Anda merawatnya dengan baik. Namun jika Anda harus mencabut gigi, terdapat beberapa alasan, diantaranya:
  • Gigi yang berantakan. Gigi yang telah ada tidak memberikan ruang yang cukup bagi gigi baru yang berusaha untuk tumbuh ke tempat yang seharusnya. Pada kasus ini, dokter gigi Anda mungkin akan mencabut gigi tersebut secara paksa.
  • Gigi berlubang atau infeksi. Jika infeksi gigi meluas hinggak ke pulpa, dokter gigi mungkin akan meresepkan antibiotik atau bahkan perawatan akar gigi. jika perawatan akar gigi tidak memperbaiki masalah, dokter gigi akan mencabut gigi Anda.
  • Sistem pertahanan tubuh yang lemah. Jika Anda sedang menjalani transplantasi organ atau kemoterapi, walaupun hanya sedikit, ancaman infeksi akan membuat dokter mencabut gigi Anda.
  • Penyakit pada jaringan penyangga gigi. Penyakit ini menyebabkan infeksi pada jaringan dan tulang yang menyangga gigi. jika penyakit ini telah menjalar ke gigi, dokter gigi Anda akan mencabutnya.

Setelah Anda mengetahui alasan pencabutan gigi, segera jadwalkan pertemuan dengan dokter Anda. Jangan mencoba mencabut gigi Anda sendiri. Jauh lebih aman untuk membiarkan dokter gigi yang melakukannya dibanding bertindak berani dan mencabutnya sendiri. Selain lebih aman, rasa nyeri pun jauh lebih sedikit jika pencabutan dilakukan oleh dokter gigi.

Saat Pencabutan Gigi

Biarkan dokter gigi memberi bius lokal untuk menghilangkan rasa nyeri sementara pada daerah gigi yang akan dicabut. Biarkan dokter gigi mencabut gigi Anda. Dokter gigi mungkin perlu menyingkirkan gusi Anda untuk menjangkau gigi. pada kasus yang berat, dokter gigi juga mungkin perlu membagi gigi menjadi beberapa bagian dalam proses pencabutan.

Baca juga :
1. Memasang Gigi Palsu Permanen
2. Sikat Gigi Untuk Gigi Berbehel 

Pasca Pencabutan Gigi

Setelah gigi dicabut, biarkan darah beku terbentuk di tempat yang telah dilakukan pencabutan. Pembekuan darah ini merupakan pertanda bahwa gigi dan gusi di sekitarnya sedang dalam proses penyembuhan. Letakkan kasa pada tempat bekas pencabutan dan gigi perlahan. Pembekuan darah yang baru akan mulai terbentuk pada daerah tersebut.
  • Jika darah beku yang terbentuk hilang, infeksi dapat terjadi. Keadaan ini disebut dry socket (alveolar osteitis), dan sering disertai dengan bau mulut yang tidak sedap. Hubungi dokter gigi Anda jika Anda mencurigai bekuan darah tidak terbentuk dengan baik
  • Jika Anda ingin mengurangi pembengkakan yang muncul, tempelkan sebungkus es batu pada bagian luar rahang di dekat gigi yang telah dicabut. Ini akan mengurangi bengkak dan nyeri.

Pada hari selanjutnya, rawat agar bekuan darah Anda sembuh. Untuk melakukannya, cobalah hal-hal berikut:
  • Hindari meludah atau menelan ludah dengan keras. Cobalah untuk tidak minum menggunakan sedotan pada 24 jam pertama setelah pencabutan gigi.
  • Setelah 24 jam, berkumurlah pelan-pelan dengan cairan garam yang dibuat dari ½ sendok teh garam dan 240 ml air hangat.
  • Jangan merokok.
  • Makanlah makanan dan minuman yang lunak. Hindari makanan padat dan keras yang banyak digigit untuk menghancurkannya.
  • Bersihkan dan sikat gigi Anda seperti biasa, hindari daerah yang telah dilakukan pencabutan gigi.


Written by PakarGIGI.com
Cara Mencabut Gigi Orang Dewasa Bahasan Cara Mencabut Gigi Orang Dewasa yaitu : Tips cara cabut gigi ini adalah rangkaian panduan dari artikel Cara Mencabut Gigi Sendiri . Tips cabut gigi ini bisa Anda lakukan sen...
Published at Agustus 09, 2015, Updated at Agustus 09, 2015
Reviewed by dr. Suwandono on
Rating: 4.6