Bolehkah Berkumur & Menyikat Gigi Saat Puasa? ≫ PakarGIGI.com!

Bolehkah Berkumur & Menyikat Gigi Saat Puasa?

Posted by PakarGIGI.com on Mei 26, 2015

Bolehkah menyikat gigi saat puasa? Apakah sikat gigi saat puasa itu membatalkan puasa? Lalu bagaimana hukum menyikat gigi dengan pasta gigi (odol) saat puasa? Baik, tulisan ini akan bersisi tentang bagaimana hukum menyikat gigi dan berkumur saat puasa dan penggunaan pasta gigi di bulan puasa.
Hukum Bolehkah Berkumur & Menyikat Gigi Saat Puasa?
Gambar menyambut puasa ramadhan - pakargigi.com
Tak bisa dipungkiri, tidak sedikit orang yang memiliki masalah pada (maaf) bau mulut saat puasa. Mungkin sebagian orang akan cuek dengan masalah tersebut, tapi bagi sebagian yang lain, masalah bau mulut ini akan menjadi hal yang serius. Bayangkan jika Anda seorang pejabat publik, tokoh masyarakat, atau orang penting yang sering melakukan rapat dan pertemuan dengan orang penting. Jika aroma (maaf) mulut Anda kurang sedap, biasanya Anda akan kurang leluasa ketika berbicara dan bersosialisasi. Itu hal normal, dan mungkin juga akan dialami orang lain.

Salah satu solusi untuk menghilangkan bau mulut adalah menyikat gigi atau berkumur. Pada tulisan ini, kita akan membahas tentang bagaimana hukum menyikat gigi saat puasa? Jika boleh, apakah boleh menggunakan pasta gigi (odol) saat menyikat gigi?

Baca juga : Cara Menghilangkan Bau Mulut

Menyikat Gigi Saat Puasa

Dalam setiap keadaan, menggosok gigi dianjurkan dalam islam. Dalam islam menggosok gigi dikenal dengan istilah "bersiwak". Kita bahkan dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut kita ketika puasa maupun ketika tidak puasa, di pagi hari maupun siang hari. Dalil dari pernyataan tersebut yaitu berdasarkan beberapa hadist di bawah ini:

1). Hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاةٍ

"Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat." (HR. Bukhari, no. 887)


2). Hadis dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

"Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah." (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)


Hadist tersebut menjadi dalil tentang dianjurkannya bersiwak (menyikat gigi) dalam setiap keadaan, bahkan setiap mau sholat kita dianjurkan untuk membersihkan gigi dan mulut kita. Dalam hadist tersebut, tidak ada pengecualian terhadap kondisi atau orang-orang yang bersiwak, maka hadist tersebut bersifat umum untuk orang yang sedang berpuasa atau tidak berpuasa, baik menyikat gigi di waktu pagi, siang, maupun malam.

Selain itu, menelan ludah setelah bersiwak (menggosok gigi) juga diperbolehkan. Kecuali masih ada sisa makan di sela-sela gigi atau butiran makanan yang masih terasa di mulut, maka sisa makan tersebut harus dikeluarkan.

Baca juga : Obat Pemutih Gigi

Bolehkah Berkumur Saat Puasa?

Ini juga berlaku untuk orang yang berkumur, maka sisa air di dalam mulut harus dikeluarkan dahulu. Tapi kita tidak perlu mengerinkan mulut kita, kita hanya cukup dengan meludah secukupnya. Setelah dirasa airnya sudah bersih, maka kita baru oleh menelan ludah dan puasa kita tidaklah batal. Berikut ini pendapat dari Imam an-Nawawi, Imam Al-Bukhari, dan Al-Hafidz Ibn Hajar tentang berkumur dan bersiwak,

Menurut Imam an-Nawawi,
Al-Mutawalli dan ulama lainnya mengatakan, ketika orang yang puasa berkumur maka dia pasti akan memasukkan air ke dalam mulutnya. Dan tidak wajib mengeringkan mulutnya dengan handuk atau semacamnya, dengan sepakat ulama. (Al-Majmu’, 6: 327)

Menurut Imam Al-Bukhari,
Pada Bab: Bolehnya bersiwak dengan siwak basah atau kering bagi orang yang puasa. Kemudian beliau membawakan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap wudhu.’ Al-Bukhari mengatakan, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengecualikan untuk orang yang puasa.’…. Atha’ dan Qatadah – keduanya adalah tabi’in – mengatakan, ‘Orang puasa boleh menelan ludahnya.’ (Shahih Bukhari, 7:234)

Menurut Al-Hafidz Ibn Hajar,
"Dengan bab ini beliau mengisyaratkan bantahan untuk orang yang menganggap makruh menggunakan siwak basah bagi orang yang puasa… telah dijelaskan sebelumnya bahwa Ibn Sirin meng-qiyaskan siwak basah dengan air yang digunakan untuk berkumur." (Fathul Bari, 4:158)

Baca juga : Tips Menyikat Gigi Selama Bulan Puasa

Lantas, bagaimana jika kita menyikat gigi dengan pasta gigi? Tentu berbeda dengan hanya berkumur dengan air putih atau bersiwak dengan kayu siwak yang tidak memiliki rasa seperti pasta gigi atau odol yang ada di pasaran. Bolehkah kita menyikat gigi dengan odol atau pasta gigi saat berpuasa? Atau apakah kita boleh berkumur dengan cairan kumur penyegar mulut? Baik, untuk masalah tersebut kita sudah membahasnya di artikel lainnya dalam website ini. Silakan cari dibagian pencarian.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga puasa kita diterima. Mari kita beramal baik dengan membagi artikel ini ke kawan-kawan dan sanak saudara, agar mereka juga faham tentang hukum menyikat gigi saat puasa dan berkumur saat berpuasa. Selamat beraktifitas, dan selamat berpuasa.


Written by PakarGIGI.com
Bolehkah Berkumur & Menyikat Gigi Saat Puasa? Bahasan Bolehkah Berkumur & Menyikat Gigi Saat Puasa? yaitu : Bolehkah menyikat gigi saat puasa ? Apakah sikat gigi saat puasa itu membatalkan puasa? Lalu bagaimana hukum menyikat gigi dengan pasta g...
Published at Mei 26, 2015, Updated at Mei 26, 2015
Reviewed by dr. Suwandono on
Rating: 4.6